Desa Tenganan Pegringsingan Wisata Unik Tradisional Di Bali

Masyarakat yang berada di pulau Dewata Bali memang masih selalu menjunjung tinggi adat dan juga budaya peninggalan dari nenek moyang mereka. Salah satunya yaitu diterapkan pada desa Tenganan Pegringsingan yang ada di Karangasem Bali. Tempat ini menjadi salah satu desa yang memiliki desa kategori Bali Aga. Saat berkunjung ke desa ini, maka para wisatawan bisa mendapatkan pemandangan berupa warisan budaya leluhur yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakatnya.

Desa Tenganan Pegringsingan ini masih sangat tradisional. Sebab masyarakatnya masih bisa bertahan dari arus perubahan zaman yang begitu cepat dan juga teknologi. Memang sarana dan prasarana seperti listrik dan lainnya sudah masuk ke desa. Namun rumah dan juga adat tetap dipertahankan sama seperti aslinya sehingga tetap memberi kesan eksotis. Inilah yang menjadikan desa Tenganan ini menjadi salah satu destinasi wisata unik yang banyak dikunjungi wisatawan. Mereka ingin mengetahui seluk beluk budaya dan adat tradisional dari desa ini.

Cekajah.com

Lokasi Desa Tenganan Pegringsingan

Tenganan merupakan salah satu desa yang memiliki keunikan tersendiri di pulau Bali. Desa ini letaknya cukup terpencil dan berada di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Agar bisa mencapai desa ini, anda harus melalui jalan darat dan menempuh jarak sekitar 60 km dari pusat Denpasar Bali.

Di desa wisata dan budaya ini, setiap penjuru desanya tentunya masih sangat kental dengan berbagai adat budaya leluhur. Mulai dari bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Sampai dengan tata letak dan juga bentuk bangunan dari setiap rumah penduduk yang ada di sini.

Daya Tarik Desa Tenganan Pegringsingan

Ada banyak sekali hal yang menjadi daya tarik dari desa wisata yang ada di Tenganan Pegringsingan ini. Mulai dari bahasa, bentuk bangunan, motif kain gringsing, kebudayaan dan lain sebagainya. Semuanya bisa ditemukan lengkap di desa wisata ini. Anda akan menyaksikan betapa tradisi adat budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Ini menjadi salah satu nilai plus dari desa wisata ini.

Seperti bentuk bangunan yang ada, baik itu bangunan adat atau tempat tinggal masyarakat di desa Tenganan. Bangunannya mempunyai perbedaan dan juga keunikan yang tidak ditemui di sekitar wilayah Bali manapun. Setiap bangunan adat yang berada di Desa Tenganan ini mempunyai tempat dan juga fungsi berbeda-beda. Baik untuk kegiatan acara adat masyarakat atau yang digunakan sebagai hunian keluarga.

Bale yang ada di desa ini dibangun mulai dari bale paling selatan hingga ke utara. Paling selatan bernama bale Agung, lalu disusul dengan bale Kulkul yang ada di sebelah utara. Dilanjutkan ada balai Jineng Ketemu Kelod, balai pertemuan Kelod, bale Banjar , bale Gambang. Lalu ada bale Jineng Nungnungan, Bale Petemu Tengah, Bale Jineng Petemu Tengah, Bale Glebeg. Lalu Bale Jineng Petemu Kaje,  Balai Lantang, Bale Ayung, Bale Petemu Kaje, Wantilan. Paling utara ada Bale Banjar.

Keunikan Kain Gringsing Desa Adat Tenganan

Mayoritas mata pencaharian penduduk yang ada di desa adat Tenganan ini adalah petani. Tetapi ada juga sebagian penduduk yang menjadi pengrajin. Kerajinan yang dibuat para penduduk di antaranya berupa anyaman bambu, ukiran, lukisan di atas daun lontar dan juga kain tenun.

Kain tenun dari desa Tenganan dikenal sebagai nama kain Gringsing. Kain tenun khas dari tempat ini sangat terkenal dan sudah mendunia. Teknik dan proses pengerjaannya memakai teknik dobel ikat, dan ini adalah satu-satunya teknik tenun di Indonesia.

Selain kain tenun ada juga pagelaran perang pandan atau yang sering disebut dengan tradisi mageret pandan. Tradisi ini unik, dimana dua pemuda desa saling pukul memakai daun pandan berduri hingga terluka. Jika perang sudah selesai, luka-lukanya diobati menggunakan obat tradisional dari umbi-umbian. Tradisi semacam ini dilakukan dengan tujuan melatih mental fisik pemuda Tenganan.

Harga Tiket Masuk

Bagi anda yang ingin mengunjungi desa Tenganan Pegringsingan ini dan ingin mengenal bagaimana budaya tradisional kuno Bali Aga yang unik. Maka anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Sementara untuk anda yang membawa kendaraan bermotor akan dikenakan tarif parkir kendaraan sebesar Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk sepeda motor.

Tinggalkan komentar