Wisata Hutan Mangrove Bali Kota Denpasar- Lokasi, Tiket Masuk

Pulau bali memang terkenal dengan berbagai pantai wisata yang indah nan cantik. Akan tetapi wisatawan juga harus mengetahui bahwa pulau bali hanya memiliki pantai. Akan tetapi Bali juga memiliki wisata hutan mangrove bali yang terletak di kota Denpasar. Seperti apa wisata tersebut, mari mengenali mengenali wisata mangrove di kota Denpasar ini.

Lokasi Hutan Mangrove

Wisata Hutan mangrove Bali terletak di kota Denpasar dan berjarak tidak terlalu jauh dari Bandara ngurah Rai Bali. Lokasinya juga tidak jauh dari tempat wisata yang popular di pulau bali yaitu pantai kuta.

Jika berangkat dari pantai kuta pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit lamanya tepatnya di Jl. By pass Ngurah Rai Kuta bali. Dari simpang Dewa Ruci berjarak sekitar 100 meter kemudian masuk arah selatan terlihat tulisan proyek pusat informasi mangrove.

Lokasi yang berada berada ditengah-tengah objek wisata lain yaitu pantai sanur, Nusa dua , Legian dan Kuta menjadi sangat strategis. Jadi wisata ini sangat mudah diakses dari pusat-pusat pariwisata di bali.

Tiket Masuk Hutan Mangrove Bali

Tiket masuk untuk dapat menikmati indahnya wisata hutan mangrove yang buka mulai pukul 08.00 hingga 18.00 ini berbeda-beda untuk warga indonesia dan warga negara asing. Tak heran, karena pulau bali merupakan pulau yang sering didatangi oleh wisatawan mancanegara.

Untuk warga negara Indonesia yang datang akan dikenakan tarif tiket Rp. 10.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp. 3.000 untuk pengunjung anak-anak. Dan untuk pengunjung dari mancanegara dikenakan tariff Rp. 200.000 untuk dewasa dan Rp. 50.000 untuk anak-anak.

Obyek Wisata Hutan Mangorve Di Pulau Bali

Setelah melihat pertumbuhan dan perkembangan pohon bakau yang tumbuh dihutan mangrove Pemerintah memutuskannya menjadi destinasi wisata. setidaknya berawal dari warga sekitar saja. Seperti apakah wisata hutan mangrove di Bali tersebut, simak ulasan mengenai hal apa saja yang dapat dilakukan di hutan mangrove ini dan apa saja yang ada di dalamnya.

Sebagai Destinasi Wisata

Kini pemerintah telah mengelola hutan bakau menjadi destinasi wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Baik wisatawan yang berasal dari dalam negeri ataupun wisatawan luar negeri. Karena memang pulau bali merupakan pulau yang sering didatangi oleh wisatawan mancanegara.

Para wisatawan berbondong-bondong datang ke wisata hutan mangrove yang ada di Denpasar ini karena pesonanya yang sangat menawan. Dengan dilengkapi pemandangan birunya laut teluk benoa yang dapat terlihat dengan sangat jelas jika pengunjung bersedia berjalan hingga ujung jembatan.

Dapat Menjadi Spot Foto Prewedding

Wisata Hutan Mangrove bali juga sering digunakan sebagai objek berfoto prewedding bagi para pasangan calon pengantin. Bahkan tempat ini terkenal sebagai salah satu objek foto prewedding terfavorit. Karena jika beruntung maka pemandangan foto akan menjadi semakin indah dengan adanya burung-burung yang beterbangan.

Pasangan calon pengantin dapat melakukan pemotretan dengan membayar Rp. 500.000 untuk warga negara Indonesia. Lalu apakah warga negara asing dapat melakukan foto prewedding di lokasi ini? Tentu saja diperbolehkan dengan membayar Rp. 1.000.000.

Dapat Digunakan Sebagai Tempat Shooting, Foto Model Dan Iklan

Selain sebagai tempat untuk foto prewedding lokasi hutan wisata hutan mangrove bali ini juga dapat dipergunakan untuk tempat shoting dengan membayar Rp. 1.500.000 untuk shooting film dan Rp. 1.000.000 untuk video clip.

Pemotretan foto model dan iklan juga dapat dilakukan ditempat ini dengan membayar sebesar Rp. 750.000 untuk foto model dan Rp. 500.000 untuk foto iklan produk. Memang tempat ini memiliki view yang sangat cocok untuk mempromosikan produk-produk yang berhubungan dengan alam.

Untuk Penelitian

Selain wisatawan yang hanya datang sekedar ingin menikmati keindahan wisata hutan mangrove di bali ini para pelajar dan ilmuwan juga turut datang ke tempat ini. Namun bukan untuk berwisata dan menikmati keindahan alam yang ditawarkan melainkan untuk melakukan penelitian.

Tentu hal tersebut sangatlah diperbolehkan oleh pengelola asalkan tidak merusak lingkungan alam dengan meneliti menggunakan bahan-bahan yang tidak dianjurkan. Untuk melakukan hal tersebut maka peneliti diharuskan membayar tarif tersendiri yaitu sebesar Rp. 150.000.

Jembatan Untuk Menyelusuri Hutan Mangrove

Lalu bagaimana cara untuk melewati wisata hutan mangrove bali ini sedangkan kawasan hutan mangrove identik dengan rawa-rawa dan lumpur? Tentu saja pengelola tidak akan membiarkan pengunjung menginjakkan kaki di area rawa berlumpur tersebut.

Pengelola membangun jembatan kayu sepanjang 2 km untuk pengunjung yang ingin menyelusuri hutan bakau. Di sepanjang jembatan disediakan tempat khusus bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana hutan mangrove. Pemandangan yang sangat indah berupa jalan tol dan birunya laut teluk benoa dapat terlihat sangat jelas jika pengunjung bersedia berjalan hingga ujung jembatan.

Terdapat Berbagai Macam Flora Dan Fauna

Wisata hutan mangrove di bali ini memiliki berbagai macam koleksi tumbuhan bakau dan beberapa burung yang hidup di sekitarnya. Sampai saat ini terdapat 19 jenis tumbuhan bakau yang terdiri dari 12 jenis mangrove sejati dan lainnya jenis asosiasi mangrove.

Untuk hewan, terdapat 66 jenis burung yang diketahui tinggal di sekitar area hutan mangrove ini. Burung-burung yang tinggal sebagian besar spesies burung air seperti oriental darte, grey heron, little pid cormorant, javan pond heron ,intermediate agreat, great agreat ,lesser whistling duck dan masih banyak lagi lainnya.

Itulah ulasan mengenai wisata hutan mangrove di bali yang memiliki keindahan alami dengan berbagai macam jenis flora dan fauna yang ada. Dengan datang ke tempat ini tidak hanya dapat berwisata saja akan tetapi juga memberi pemahaman mengenai hutan bakau yang mungkin sebelumnya tidak diketahui.

Tinggalkan komentar